

Kesenian tradisional merupakan akar kebudayaan sebuah bangsa. Sejarah perkembangannya bersinggungan langsung dengan kehidupan nyata bangsa tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi di antaranya saling memiliki keterkaitan dan keterpengaruhan. Satu sisi, kesenian tradisional dapat dijadikan pijakan bagi sebuah perkembangan tetapi di sisi lain ia dipaksa menyesuaikan diri dengan perkembangan bidang-bidang kehidupan selainnya. Secara esensi, di dalam kesenian tradisional terkandung nilai-nilai filosofis yang menggambarkan karakter dan jiwa masyarakatnya.


Karakter dan jiwa masyarakat inilah yang sebetulnya tertanam secara imanen dalam diri setiap individu sehingga laku hidup individu tersebut dapat digunakan sebagai cerminan karakter sebuah bangsa. Atas dasar pikiran tersebut, maka untuk memahami karakter dan jiwa antarbangsa dapat dilakukan dengan mempertemukan bentuk-bentuk kesenian tradisional yang dimiliki. Pertemuan semacam ini dapat dimaknai secara menyeluruh dalam artian kebudayaan. Masing-masing dapat saling bertukar pandangan, wawasan, dan nilai-nilai hidup yang pada akhirnya akan menuntun ke dalam pemahaman sebuah proses kerjasama budaya yang dapat menampung seluruh aspek kehidupan.

No comments:
Post a Comment